Kamis, 19 Maret 2020

Bukit Flora Jawa Timur

Agrowisata Bukit Flora, Jawa Timur

Assalamu’alaikum wr.wb
     Kembali di blog saya, kali ini saya akan bercerita tentang wisata yang ada di daerah pasuruan yaitu Bukit Flora. Tidak perlu panjang lebar langsung saja berikut ceritanya.
     Agrowisata Bukit Flora adalah sebuah tempat wisata umum yang berkonsep wisata berbagai jenis tanaman dan bunga-bunga hias yang dilengkapi dengan aneka wahana wisata menarik dan seru. Lokasi wisata ini tepatnya berada di daerah Nongkojajar, sebuah wilayah kota kecil yang merupakan pintu gerbang ke kawasan Taman Nasional Gunung Bromo yang menjadi ikon pariwisata di pasuruan dan sebagai salah satu bagian Taman Nasional di Indonesia.
     Wilayah Nongkojajar juga memiliki keindahan panorama panorama alam yang sangat luar biasa mempesonanya tidak kalah dengan keindahan alam yang ada di Kota Batu atau Malang Jawa Timur serta udara bersih dan hawa sejuknya yang khas dari daerah pegunungan menyelimuti wilayah Nongkojajar yang tentunya bisa kita rasakan saat kita berada di tempat wisata ini.
  Sesuai dengan namanya Argowisata Bukit Flora mempunyai Koleksi berbagai macam jenis tanaman hias dan bunga-bunga cantik yang bisa kita nikmati keindahannya. selain dikoleksi tanaman dan bunga ini dijual kepada pengunjung yang berminat membelinya. Argowisata Bukit Flora juga memiliki wahana renang anak-anak, area outbond, mini waterboom, spot foto keren, dan masih banyak lagi. Kalian jika berwisata ke sini ngk bakalan nyesel pasti bahagia banget dan dijamin kalian ngk mau pulang.hehehehehe:v
Ok, sekian dulu ya cerita hari ini untuk cerita selanjutnya dilanjut di blog berikutnya. Jika ada kesalahan kata dari saya, saya mohon maaf yaa..
Wassalamu'alaikum wr.wb





Kamis, 05 Maret 2020

Bulan Bebas Kendaraan Telah Usai



Assalamualaikum wr.wb

            Ok, kembali lagi di blog saya, kali ini saya akan bercerita tentang kejadian setelah Car Free Month (CFM) Berakhir. Langsung saja saya bercerita…

            Setelah Car Free Month atau bulan bebas kendaraan bermotor berakhir kunjungan wisatawan ke gunung bromo mulai meningkat terutama untuk yang melalui jalur Pasuruan seminggu ini pengunjung TNBTS yang lewat jalur pasuruan mulai naik.
            Awal bulan-bulan Maret ini sebenarnya tergolong low season atau bisa disebut juga dengan musim sepi karena belum memasuki musim liburan. Misalnya untuk hari minggu jumlah pengunjung mencapai 300 orang jumlah ini lumayan naik dibandingkan pada saat Car Free Month kemarin yang rata rata hanya 100 orang pengujung. Lalu saat akhir pekan sabtu dan minggu pengunjung mencapai 340-726 orang. Jumlah ini lumayan naik dibandingkan bulan lalu yang rata-ratanya hanya 200-300 orang. Pada pertengahan april wisatawan mancanegara dipastikan banyak yang berkunjung dan makin betah. Sebab setelah Car Free Month kondisi bromo sangat hijau. Walaupun ada kendala hujan tiap hari. Namun, sangat indah dan aman di kunjungi.

            Ok, Cukup sekian dulu blogger hari ini. Sampai jumpa lagi di next blog. 

Assalamu’alaikum wr.wb 


Minggu, 01 Maret 2020

Bulan Bebas Kendaraan Bermotor



Assalamu’alaikum wr.wb

    Ok, kali ini saya akan bercerita tentang peristiwa tahunan yang berakhir per 24 Februari. Ok,tidak perlu panjang lebar langsung saja saya mulai bercerita.

    Car Free Month adalah bulan bebas kendaraan bermotor selama sebulan di kawasan Gunung Bromo yang berakhir sejak 24 Februari kemarin. Selama satu bulan Gunung Bromo tertutup dari segala aktivitas kendaraan bermotor.
    Pada bulan ini dalam kalender masyarakat Tengger dan masyarakat Sesepuh dianggap sebagai bulan di sucikan (mengenai wulan kepitu/bulan ke tujuh). Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) mengeluarkan kebijakan itu karena bertepatan dengan wulan kepitu dalam adat dan keyakinan suku Tengger. Wisatawan dilarang membawa kendaraan bermotor namun, Gunung Bromo tetap di buka asalkan wisatawan jalan kaki, bersepeda dan menaiki kuda. Kepala Sub Bagian Data Evaluasi Pelaporan dan Humas Balai Besar TNBTS, Syarif Hidayat mengatakan, Bulan bebas kendaraan bermotor merupakan penghormatan terhadap adat dan budaya masyarakat Tengger. Selain itu, Car Free Month juga digunakan untuk pemulihan ekosistem.
    Meski sudah di buka kembali bisa dilalui kendaraan bermotor, Syarif tetap menghimbau wisatawan menjaga kebersihan kawasan Gunung Bromo. Kendaraan yang sudah di perbolehkan masuk juga diharap tidak membuat jalur baru dan merusak rumput savanna yang sudah mulai tumbuh.
    Ok, cukup sekian dulu cerita dari saya mengenai Car Free Month di Bromo. Untuk cerita berikutnya lanjut di blog selanjutnya ya… Terima kasihJ

Assalamu’alaikum wr.wb